Pengajaran Literasi Dasar pada Siswa
Literasi tidak boleh lagi dilihat sebagai kemampuan mendekode huruf dan kata yang diajarkan pada jenjang awal pendidikan formal. International Literacy Association (ILA) mendefinisikan literasi sebagai kemampuan untuk mengenali, memahami, menafsirkan, mencipta, mengkomputasi, dan berkomunikasi menggunakan simbol visual, auditori, dan digital mengenai topik lintas disiplin dan keilmuan
Menurut Lerner (1988:349), kemampuan membaca dan memahami bacaan merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Ke depannya, akan berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ini yang membuat tema literasi menjadi fokus yang kami kerjakan di sekolah-sekolah daerah dan komunitas yang kami garap..
Teaching Basic Literacy to Students
Literacy should no longer be viewed as the ability to decode letters and words, as taught at early levels of formal education. The International Literacy Association (ILA) defines literacy as the ability to recognise, understand, interpret, create, compute, and communicate using visual, auditory, and digital symbols on topics across disciplines and disciplines.
According to Lerner (1988:349), the ability to read and comprehend text is fundamental to mastering various fields of study. If children fail to develop reading skills early in school, they will experience significant difficulties in learning various subjects in subsequent grades. This will ultimately lead to a decline in the quality of Indonesia’s human resources.
This is what makes the literacy theme a focus of our work in the regional schools and communities we work with.
